Amal Ibadah yang Paling Dicintai Allah

Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra : Rasulullah Saw pernah bersabda, “perbuatan yang engkau lakukan tidak akan menyelamatkan engkau dari api neraka”, mereka berkata, “bahkan engkau sendiri ya Rasulullah?” Nabi Muhammad...


Read More...

Rahasia di Balik Musibah

Tidaklah Allah swt. menciptakan peristiwa, atau kejadian sesuatu yang sia-sia. Manusia dianjurkan untuk merenung dan mengambil pelajaran dari berbagai macam peristiwa yang terjadi. Islam sangat mendorong umatnya untuk menggunakan potensi...


Read More...

Tata Cara Berakhlak Kepada Orang Tua

Allah yang Maha Bijaksana telah mewajibkan setiap anak untuk berbakti kepada orang tuanya. Bahkan perintah untuk berbuat baik kepada orang tua dalam Al Qur’an digandengkan dengan perintah untuk bertauhid sebagaimana...


Read More...
123

Menjadi Muslimah Berprestasi dan Berkontribusi

Muslimah merupakan komponen dalam keluarga dan masyarakat yang berperan penting dalam membentuk generasi dan peradaban. Bagaimanapun, seorang muslimah ibarat madrasah pertama bagi setiap lapisan generasi.

Sejarah telah mencatat wahai saudariku, bahwasanya sejak zaman Nabi Adam as. hingga zaman Nabi Muhammad SAW, betapa banyak kisah mengenai peran muslimah pada masa itu dalam membantu tugas da’wah. Menyerukan kebaikan kepada seluruh lapisan umat, seperti yang dilakukan A’isyah ra.

Dengan kepandaiannya, A'isyah ra. mendidik kaum wanita, sepeninggal Rasulullah SAW, dengan mengajarkan ribuan hadist. Coba kita bayangkan, apa yang akan terjadi jikalau hal tersebut tidak beliau lakukan?

Kisah selanjutnya mengenai Asiah, istri Fir’aun. Asiah mengajarkan kita akan arti sebuah keteguhan terhadap Penciptanya, Allah Azza Wa Jalla.

Read more...

Berhias (Tabarruj), Bolehkah? (2)

Islam sangat membenci umatnya yang menggunakan pakaian atau perhiasan yang berlebihan. Yakni, memakai pakaian yang menampakkan keindahan tubuh dan kecantikan wajah, serta menggunakan perhiasan yang berlebihan (menyolok). Inilah yang dimaksud dengan tabarruj (berhias).

Ibnu Qatadah mengatakan, tabarruj adalah seorang perempuan yang jalannya dibuat-buat dengan genit. Muqatil mengatakan, tabarruj adalah tindakan yang dilakukan seorang perempuan dengan melepaskan jilbabnya sehingga nampak perhiasannya seperti gelang, kalung, anting, dan lainnya.

Sedangkan Ibnu Katsir menjelaskan, yang dimaksud dengan tabarruj adalah seorang perempuan yang keluar rumah dengan berjalan di hadapan laki-laki, dengan maksud memamerkan tubuh dan perhiasannya.

Alquran melarangan perbuatan ini. Lihat dalam surat An-Nuur: 60 dan 31, Al-Ahzab: 33 dan 59, Al-A’raf: 26. Termasuk dalam hal ini menggunakan wangi-wangian. Rasul SAW bersabda, “Setiap perempuan mana saja yang terkena bau wangi, maka hendaklah dia tidak mengerjakan shalat Isya bersama kami.” (HR Muslim, Abu Dawud, dan An-Nasai).

Read more...

Berhias (Tabarruj), Bolehkah? (1)

Agama Islam adalah agama yang sempurna. Islam mengatur seluruh persoalan kehidupan umat. Mulai dari masalah ibadah, akidah, hingga pergaulan dengan umat manusia.

Kaitannya dengan masalah pergaulan, Islam menganjurkan umatnya untuk memperbanyak hubungan silaturahim dengan seluruh umat manusia, terlebih pada sesama Muslim.

“Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya, kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” (QS An-Nisa: 1).

Dalam sejumlah hadits, Nabi Muhamad SAW menganjurkan umatnya untuk selalu menyambung tali silaturahim. Dari Jubair bin Muth’im RA, Rasulullah SAW bersabda, “Tidak akan masuk surga orang yang memutuskan hubungan kekeluargaan (silaturahim).” (HR Muslim).

Read more...

.::Sekretariat Prisma Al-Azhar: Lt. 03 Masjid Raya Al-Azhar, Jl. Sentra Baru Primer Pulo Gebang, Jakarta Timur::.